Resah Soal Isu Sabu Varian Baru "Garam China", Warga Ketungau Hilir Minta BNN, Kepolisian Turun Lapangan


Foto : Ilustrasi


Sintang Kalbar - Dalam mengantisipasi terjadinya peredaran Narkoba di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir kabupaten Sintang Kalimantan Barat warga Ketungau Hilir meminta Stakeholder mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN ) Kepolisian Pemerintah Kabupaten Sintang untuk melakukan monitoring dan semakin memperketat pengawasan terhadap barang haram diwilayah tersebut.

Menurut Warga Ketungau Hilir Anton mengatakan Selama ini belum terlihat pihak BNN dan Aparat kepolisian dikabupaten Sintang turun langsung kelapangan untuk memonitor bahkan sosialisasi terkait isu peredaran Narkoba dan bahaya yang ditimbulkannya, bahkan akhir akhir ini terjadi pengungkapan Narkoba 59 kilogram tentu dengan kasus tersebut sebagai warga Nanga Ketungau sangat waspada dan prihatin kemudian sangat Miris mendengarnya bagaimana bisa Barang haram tersebut lolos ke kabupaten Sintang, itu artinya kurangnya pengawasan, Namun yang paling saya khawatirkan dan utama Dikecamatan Ketungau Hilir tidak menutup kemungkinan barang haram seperti narkoba Jenis Sabu sabu (Garam China) diduga telah beredar di ketungau Hilir tentu ini sangat mengkhawatrikan jika benar benar terjadi, kata Anton

Saya sebagai Warga Ketungau Hilir juga merasa resah campur khawatir dengan adanya isu isu peredaran "Garam China", di ketungau Hilir seolah bukan rahasia umum lagi di masyarakat", ungkap Anton.

Anton menambahkan Saya meminta kepada pihak BNN, Aparat Polres dan Pemkab Sintang untuk segera memonitor kebenaran isu tersebut dan bila penting lakukan Tes Urin bagi masyarakat  atau Anak anak Sekolah sebagai upaya bentuk pengawasan dan kepada para orang Tua agar selalu waspada dan mengawasi keluarga masing masing, "Persoalan Isu isu Narkoba atau "Garam China" di Kecamatan Ketungau Hilir bahkan isu tersebut merebak sampai dipedesaan, maka harus menjadi perhatian serius dari pihak  Kepolisian dan BNN sekali lagi untuk mengetahui untuk test urin setiap desa dan dusun", pinta  Anton.

//Red. prs

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama