Foto : PETI Naga Suhaid
Kapuas Hulu Kalbar - Nawacita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pemberantasan Tambang tambang Illegal terkesan hanya Slogan belaka bagi para pelaku PETI sebab hingga saat ini para penambamg Emas Tanpa Izin ( PETI ) masih Marak bahkan diperkirakan ratusan set mesin mesin raksasa mengEksploitasi Sungai Nanga Suhaid dan sekitarnya secara Brutal beroperasi dan terang terangan di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat tepatnya di Nanga Suhaid, demikian dikatakan Hadi Mulyani Wakil Ketua Projamin Kalimantan Barat pada 14/8/2026.
Menurut Hadi M Kegiatan Tambang tambang Emas Illegal tersebut barangkali telah terorganisir bahkan kuat dugaan Aparat Penegak Hukum turut bermain mata untuk muluskan dan diduga mendapatkan keuntungan pribadi dari kegiatan tambang Illegal tersebut sebab Lokasi Tambang Emas Illegal di Nanga Suhait tak jauh dari Kantor Polsek setempat, kata Hadi.
Dipicu oleh PETI di Nanga Suhaid warga masyarakat yang sehari harinya hidup dari Petani Nelayan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan akibat rusaknya habitat dan air sungai yang beelumpur yang menurut pengamatan kita bahwa Aparat Penegak Hukum terkesan melakukan Pembiaran.
"Banyak Video Video Amatir warga yang kIta dapatkan berikut keluhannya dan memang kejadian tersebut nyata dan bukan rekayasa, warga petani nelayan sangat resah ulah oknum segelintir para Pelaku PETI yang tidak memahami arti kerusakan Lingkungan Hidup", ungkap Hadi M.
"Kita berharap agar POLRI (POLDA KALBAR ) dan TNI bersinergi untuk menghentikan PETI di Nanga Suhaid kabupaten Kapuas Hulu hal tersebut sesuai dengan permintaan Warga Masyarakat setempat", pinta Hadi M.
//red.tim


إرسال تعليق