Foto : Terkini Jalan Semubuk- Ng Merakai
Sintang Kalbar - Proyek Peningkatan Jalan semubuk - Simpang Nanga Merakai TA 2024 lalu diduga Sarat Korupsi, terpantau dilapangan banyak ke anehan dalam pelaksanaannya, maka patut dilakukan Pemerikasaan ulang terkait penggunaan anggaran pada proyek tersebut oleh Aparat Penegak Hukum dalam hal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), POLDA Kalbar atau KEJAKSAAN TINGGI Kalbar, demikian dikatakan Erikson Ketua DPC PWRI Cabang Sintang pada 2 maret 2025 di sintang.
Ada beberapa hal ke anehan atau Dugaan Korupsi pada peningkatan jalan Semubuk - Simpang Nanga Merakai yaitu mengenai Timbunan Material Latrit yang terkesan asal jadi, timbunan tidak merata, bahkan material batu asal tidak merata ditimbun, faktanya pada saat kita dilokasi timbunan latrit pada proyek sudah mulai hancur, kemudian mengenai Gorong gorong masih banyak yang tidak diperbaiki", ungkap Erikson.
"Yang lebih unik lagi Cor Rabat Beton sekitar kurang Lebih 1 Kilometer tidak dilakukan pengaspalan namun telah dipasang Marka Jalan, dan tidak terlihat ada papan plang proyek, bagaimana masyarakat dapat mengakses jumlah anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut?, itu membuktikan pelaksana, PPTK, PPKnya tidak profesional ", Jelas Erik.
Sementara menurut informasi dari masyarakat anggaran yang di gelontorkan sangat fantastis sekitar 18 Milyar, maka kita menduga dalam pelaksanaannya kuat dugaan ada unsur korupsinya, jadi kita berharap agar dilakukan pemeriksaan ulang oleh APH, dan menidak oknum oknum yang menyalah gunakan Anggaran pada Peningkatan jalan Semubuk - simpang nanga Merakai", harap Erik.
Saat berada dilapangan dari pendapat masyarakat setempat yang tak ingin namanya dituliskan mengatakan bahwa proyek tersebut Sudah selesai, Betul tidak ada pengaspalan, hanya di cor semen, sesuai petunjuk dan perencanaan katanya", ungkap Warga.
Saat dikonfirmasi pada 25/2/2025 tentang bagaimana progres atau rencana kerja dilapangan terkait peningkatan jalan Semubuk - simpang Nanga Merakai, "Y" yang disinyalir merupakan Kontraktor pelaksana namun tidak merespon.
// red.paris

Posting Komentar